Banner 468 X 60

Friday, October 8, 2010

PTN Wajib Alokasikan 20% Jatah Bagi Mahasiswa Miskin Yang Berprestasi

Jaminan Lulus SNMPTN. Pemerintah telah menetapkan Peraturan Pemerintah baru nomor 66 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaran Pendidikan. Dalam aturan yang baru diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 28 September itu, menurut Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad Nuh, perguruan tinggi negeri diwadjibkan mengalokasikan paling sedikit 20 persen untuk mahasiswa yang kurang mampu tapi memiliki potensi akademik.

"Kalau tidak ada intervensi seperti ini nanti jumlah orang yang masuk PT akan jadi lebih sedikit, dan beban pemerintah karenanya terus menumpuk," kata Menteri Muhammad Nuh di kantornya.

PP No. 66 Tahun 2010 adalah perubahan dari PP No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan yang telah ditandatangani oleh Presiden pada 28 September lalu.

Dalam peraturan tersebut juga diatur mengenai porsi Penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi negeri melalui seleksi secara nasional seperti SNMPTN. "Sebanyak 60 persen rekrutmen mahasiswa baru itu dari seleksi secara nasional. Ini untuk menjadikan PT memiliki akses yang lebih luas dan tidak terfragmentasi," ungkap M. Nuh.

Akan tetapi, Nuh melanjutkan bentuk dari seleksi secara nasional itu belum ditentukan. "Dilakukan secara nasional seperti SNMPTN, tapi apakah nanti namanya akan itu belum ditentukan. Teknis detailnya akan dibahas lebih lanjut di Permen (Peraturan Menteri),"ucapnya.

Poin ketiga yang menjadi inti perubahan PP tersebut adalah transparansi keuangan badan pendidikan. "Mereka diharuskan untuk mencatatkan keuangan ke BLU (Badan Layanan Umum), tapi bukan menyetorkan keuangannya," jelas M. Nuh.

PTN dalam hal ini, kata Nuh, tetap memiliki otonominya sebagai badan hukum milik negara. "Hal-hal seperti Gaji pegawai , kerjasama dengan pihak ketiga, investasi, mengangkat pegawai swasta, tetap berada di kewenangan mereka," paparnya.

Apabila ditemukan adanya PTN yang melanggar peraturan tersebut, maka mereka akan dikenakan sanksi. Hal itu disebutkan dalam pasal 207, yang menyatakan adanya sanksi administratif berupa peringatan, penundaan atau pembatalan sumberdaya hingga penutupan satuan pendidikan atau program pendidikan.

Politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN), Abdul Hakam Naja, mengatakan penetapan PP 66 yang dilakukan Kemendiknas sudah bagus untuk mengisi kekosongan hukum. Namun, Hakam menyangkan kecilnya prosentase untuk menampung mahasiswa miskin di PTN. “Dewan mengusulkan kuota 30 persen, tetapi Kemendiknas menolak dan tetap meminta 20 persen dengan alasan anggaran pendidikan kurang,” jelas Hakam.


Read more..

Wednesday, October 6, 2010

Sarjana Ilmu Komunikasi Cepat Mendapatkan Pekerjaan

Jaminan Lulus SNMPTN. Rentang waktu sarjana ilmu komunikasi saat lulus hingga mendapatkan pekerjaan sekitar 4-6 bulan. Masa itu jauh lebih singkat dibandingkan sekitar 10 tahun lalu, yang rata-rata bisa mencapai hampir satu tahun.

Ketua Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran (Unpad) Eni Maryani di Bandung, Selasa (5/10/2010), mengatakan, sebagian dari lulusan Fikom Unpad yang cukup cepat mendapatkan pekerjaan hanya menunggu sekitar satu bulan. Saat ini, lulusan ilmu komunikasi paling lama menunggu sekitar satu tahun.

"Sebagai upaya mempercepat penyerapan lulusannya dalam dunia kerja, Fikom Unpad melakukan kunjungan ke berbagai media massa. Kami juga punya kurikulum yang sesuai dengan kondisi perusahaan saat ini," ujar Eni.

Selain masa untuk menunggu pekerjaan, rentang waktu kuliah mereka sudah semakin singkat. Saat ini, rata-rata mahasiswa Fikom Unpad mampu menyelesaikan studinya sekitar empat tahun. Sekitar satu dasawarsa lalu, masa itu sekitar lima tahun atau lebih.

Fikom Unpad juga mengadakan survei kebutuhan tenaga kerja di lapangan. Berdasarkan itu, mahasiswa diberikan muatan tentang perkembangan ekonomi media. Karena itu, ketika lulus, mereka tak hanya mampu membuat produk komunikasi yang baik disertai tanggung jawab sosial.

"Sejak 2007, muatan perkembangan ekonomi media diberikan. Lulusan tahu, kata dia, bahwa mereka harus mampu membuat produk yang laku, termasuk segmentasinya.

"Produk mereka harus bisa bersaing dengan program media massa lain. Sebagian besar mahasiswa berasal dari kota-kota besar. Tuntutan saat ini, yaitu softskill, harus lebih dikembangkan agar sarjana mampu membiasakan diri dengan dunia kerja secara lebih cepat," kata Eni.

Ketua Pelaksana Panitia Penyelenggara Dies Natalis Ke-50 Fikom Unpad, Hadi Suprapto Arifin menuturkan, sejumlah alumni menyampaikan bahwa lulusan fakultasnya itu semakin sedikit menjadi pegawai kementerian. Para alumni tersebut mempertanyakan daya saing sarjana Fikom Unpad.

"Saya bilang kepada alumni, bukannya tak bisa menjadi karyawan kementerian, tapi tidak banyak lulusan yang sekarang mau jadi pegawai negeri. Mereka lebih berminat bekerja di perusahaan-perusahaan swasta besar," kata Hadi.

Tidak heran, ujar Hadi, pekerjaan yang mereka inginkan justru lebih menjanjikan dari segi pendapatan. Malah, banyak yang membuka usaha.


Read more..

Tuesday, October 5, 2010

DPR Rekomendasikan 3 Opsi Dalam Pelaksanaan Ujian Nasional 2011

Jaminan Lulus SNMPTN. Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat yang membidangi pendidikan melakukan evaluasi pelaksanaan Ujian Negara (UN). Bersama Pemerintah, Komisi X sependapat ada tiga opsi yang harus dikaji lebih lanjut terhadap pelaksanaan Ujian Nasional 2011.

“Rekomendasi terhadap tiga opsi tersebut menjadi bahan pertimbangan bagi Panja Evaluasi UN untuk menentukan sikap terhadap kebijakan pendidikan nasional secara umum dan pelaksanaan UN Tahun 2011,” kata Wakil Ketua Komisi X Rully Chairul Azwar (F-PG), dalam rapat di DPR, 4 Oktober 2010.

Opsi pertama menyetujui pelaksanaan UN Tahun 2011; Opsi Kedua menyetujui pelaksanaan UN 2011 dengan beberapa syarat penyempurnaan; dan opsi ketiga menunda UN 2011 apabila hasil UN tetap menjadi penentu kelulusan pendidikan nasional.

Selain itu, Rapat kerja yang dipimpin Ketua Komisi X Mahyuddin (F-PD) mendesak Pemerintah c.q. Kementerian Pendidikan Nasional yang diwakili Wakil Menteri Pendidikan Fasli Djalal memenuhi amar Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 2596 K/Pdt/2008, yaitu dengan meningkatkan kualitas tenaga pendidik, kelengkapan sarana dan prasarana, akses informasi yang lengkap, serta meninjau kembali Sistem Pendidikan Nasional.

Selanjutnya, Komisi X meminta Pemerintah melakukan kajian ulang pelaksanaan UN 2010 serta merevisi laporan kajian UN dengan mempertimbangkan antara lain; pelaksanaan standar nasional pendidikan, hasil pelaksanaan terhadap perintah dari amar putusan MA terkait UN, data terkini agar kesenjangan antara hasil kajian dengan kondisi real yang ada di masyarakat, dan hasil UN secara kualitatif maupun kuantitatif.




Read more..

Monday, October 4, 2010

Balita Terjangkung di Dunia (Tinggi 134 cm, Usia 2,5 Thn)

Jaminan Lulus SNMPTN. Seorang bocah berusia dua setengah tahun asal India dipercaya sebagai anak balita paling jangkung di dunia saat ini karena memiliki tinggi sekitar 134 sentimeter. Bocah asal kota Meerut, India, ini adalah anak kandung dari wanita tertinggi di Asia, Shweatlana Singh, yang memiliki postur 218 cm.

Sejak dilahirkan, bocah bernama Karan Singh ini memang sudah tampak berbeda dibandingkan bocah pada umumnya. Ukuran tubuhnya dua kali lebih besar daripada bayi pada umumnya, yakni bobotnya 5,9 kilogram dan panjang 61 cm. Tak heran bila orangtuanya selalu kesulitan mencari baju bayi yang cocok sehingga ia kini harus memakai baju untuk anak berusia 10 tahun.

Dengan badan yang bongsor, Karan juga memiliki nafasu makan yang cukup besar. Ia selalu merasa lapar sehingga orangtuanya kerap mengakali dengan memberinya lima apel dan 10 sendok makan madu setiap hari.

Setiap bulan, keluarganya harus mengeluarkan biaya sekurangnya Rp 1,8 juta hanya untuk berbelanja makanan—atau hampir tiga kali lipat dari budget para tetangganya.

"Saat Karan bangun pagi, hal pertama yang ia minta adalah makanan dan teh. Kapan pun ia melihat orang lain makan, dia selalu minta makanan," ungkap ibunya, Shweatlana.

Karan tampaknya akan mewarisi tradisi tubuh jangkung dalam keluarganya. Di samping ibunya jangkung, ayahnya, Sanjay, juga memiliki postur tubuh di atas rata-rata lelaki pada umumnya, yakni sekitar 200 cm.

Dengan keunikan tubuh raksasa yang dimiliki anggota keluarganya, Shweatlana berharap suatu hari nanti akan diberi gelar sebagai keluarga terjangkung di dunia.


Read more..

Popular Posts

Labels


Donasi Pendidikan

Dengan Mengklik Tombol di Bawah ini, anda dapat berpartisipasi untuk menyumbang anak-anak kurang mampu untuk meraih cita-cita

Blogroll